Shortfic #3: Warna

"Kalau kau bisa menghapus satu warna dari dunia? Warna apa yang akan kau hapus?"

Pertanyaanku hanya berselang sekedip mata sebelum suara bising dari kereta menghambur, melintasi jembatan di atas kami. Kulihat Jingga bergeming. Kini kereta sudah setengah jalan menyebrang tepat di atas kepala, namun ia tetap diam. Hampir dibiarkannya pertanyaanku lenyap bersama dengan perginya kereta meninggalkan jembatan.

"Mungkin aku akan menghapus jingga."

"Kenapa?"

Ia tak menjawab.

Kami bungkam untuk selang waktu yang cukup lama setelahnya. Lalu ketika matahari sudah bergeser cukup jauh untuk aku sadari, giliran ia yang bertanya.

"Biru, ke mana sungai ini berujung?"

Ah, ya. Di bawah kami, berjarak mendekati seratus meter, terdapat sungai yang mengalir sebagai batas antara kota kami dan kota tetangga. Sayangnya, mengenai pertanyaan Jingga barusan, aku pun tak punya ide tentang tempat mana yang dijadikan tujuan oleh air-air beserta hal-hal yang ikut hanyut bersamanya. Atau jangan-jangan tak pernah benar-benar ada tempat yang mereka tuju?

"Aku tak tahu."

"Baiklah."

Kukira ia hanya akan melanjutkan berdiam diri menatap sungai, kembali berkutat dengan benak. Tetapi, hal yang kulihat selanjutnya justru punggung yang berbalik membelakangiku, melangkah meninggalkan jembatan.

Kulihat dari tempatku, tepat di mulut jembatan Jingga berhenti. Kini jarak di antara kami melebar sejauhnya lima meter. Di jarak lima meter di sana, di tempatnya berdiri, ia menatapku.

"Biru, kurasa aku benar ingin menghapus jingga."

"Tapi kenapa?" tanyaku tetap sama.

Lagi, ia tak menjawab. Seulas senyum ia lemparkan. Senyum yang kemudian aku harap tak pernah ia perlihatkan, meski jelas seberapa tulus maksud yang ingin disampaikannya.

Tetap saja, ia tak pernah menjawab.

Kusaksikan setelahnya ia melompat dari tempatnya berdiri, terjun jatuh ke sungai. Tak pernah kulihatnya kembali.

Aku tak pernah mengerti alasannya.

Ia tak pernah mengerti, menghapus jingga sama dengan tak membiarkan biru ada.

-
-
[FYI]
Jembatan Cirahong adalah jembatan kereta api yang terletak di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis, tepatnya di Manonjaya, Tasikmalaya. Jembatan ini melintas di atas Sungai Citanduy yang merupakan perbatasan dari kedua kabupaten tersebut. Jembatan yang memiliki panjang 202 meter ini merupakan jembatan yang unik, karena memiliki 2 fungsi. Bagian atas jembatan berfungsi untuk lalu lintas kereta api, sedangkan bagian bawah jembatan berfungsi untuk lalu lintas kendaraan.

 

Comments

Popular posts from this blog

Shortfic #2: Kabar Burung

Shortfic #5: Delman