Posts

Showing posts from May, 2018

Riddle#2: Cerita Paman

     "Aku datang." Suara decitan pintu terdengar, disusul dengan derapan kaki seseorang yang masuk. Kau tersenyum dan segera bangkit dengan semangat, itu suara yang sangat kaukenali. Pamanmu datang.      "Apa yang kaubawa?" Kau langsung bertanya begitu menemuinya di ruang tamu. Paman menanggapimu dengan senyuman. Kaulihat ia datang hanya dengan kemeja rapi dan tangan kosong. "Aku tak sabar!" katamu lagi.      Paman tampak mengatur ulang gaya duduknya, ia bersiap untuk menghiburmu dengan apa yang akan ia berikan. "Kalau begitu bersiaplah, aku jamin kau tak akan kecewa."      Kau juga mengubah gaya dudukmu, mencondongkan tubuhmu ke arah Paman, dan memasang wajah antusias. Inilah bagian yang paling ditunggu dari kunjungan Paman, yaitu cerita yang dibawanya. Pamanmu adalah seorang detektif polisi yang jenius, dan terakhir kaudengar kabar darinya adalah ia sedang mengerjakan suatu kasus menarik.   ...

Riddle#1: Warna

"ANCAMAN PEMBUNUHAN PADA CALON MENTERI." Kepala koran pagi hari itu begitu menyita perhatian. Hiruk pikuk ramainya kota yang penuh desak bukan lagi permakluman bagi mereka yang haus kabar terkini, tak menghentikan langkah mendekati lapak kecil beralas tikar-gulung milik seorang pria tua untuk sekadar menukarkan uang receh dengan lembaran koran. Mulut demi mulut pun mulai menyuarakan komentar pribadi. Keluhan bahkan cacian akan suatu tindak kriminal tak bermoral, mengutuk siapapun itu yang berdiri di balik layar dengan lancang, mendoakannya agar segera tumbang dan terbekuk. Sudah tujuh hari berlalu sejak terbunuhnya menteri kelautan kami, Guillaume Camelus, yang ditemukan tak bernyawa masih dengan pakaian lengkap setelah pulang dari rapat. Tak ada saksi mata selain kartu nama milik tiga menteri lain, Marco Sipuncula, Georges Limulus, dan Bohmer Hirudinea. tempat kejadian perkara yang membisu di malam hari. Tadi malam pukul sembilan belas, sebuah surat anonim sampai ke kanto...